Rempeyek Yutuk, Makanan apa itu?

Kamis, 09 Juli 2020


Hasil gambar untuk foto rempeyek yutuk
Foto Doc.Google

Deburan obak di Pantai Widarapayung, Cilacap – Jawa Tengah lumayan besar tapi tidak menyurutkan saya untuk berkunjung. Rasa penasaran ini mengalahkan rasa takut sebab yang saya dengar kalau Pantai Widarapayung ini sering digunakan untuk berselancar. Menarik kan untuk menonton.


Pantai Widarapayung berada sekitar 35 km sebelah timur kota Cilacap. Tepatnya di Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun, Kbupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pantai yang laindai dan banyak pepohonan menjadikannya tempat favorit warga yang ingin menikmati keindahan alam pantainya. Tidak heran jika pantai ini selalu ramai pengunjung.  

Nah, ketika berkunjung ke pantai saya menemukan panganan yang belum pernah saya coba kalau berbagai makanan seafood pastinya sudah tidak asing, namun di Pantai Widarapayung ini ada salah satu makanan khas Cilacap yang unik tetapi memiliki rasa yang enak. Makanan ini biasa dibuat untuk nuget atau dibikin oseng-oseng. Namun, yang sering dijumpai di warung pinggir pantai untuk menu, makanan ini diolah menjadi rempeyek atau peyek.

Ya, Rempeyek Yutuk. Kira-kira apa yang ada dipikiran kita ketikan mendengar Rempeyek Yutuk? Mungkin ada orang yang sudah mengetahuinya, tetapi mungkin juga ada yang belum tahu tentang makanan itu. Sehingga bertanya-tanya apa itu Rempeyek Yutuk? Makanan apa itu?

Biasanya rempeyek itu isiannya dari kedelai, kacang tanah, kacang hijau. Nah ini dari hewan. Apa tidak berbahaya?

Rempeyek Yutuk ini adalah salah satu makanan khas dari Cilacap. Yutuk sendiri merupakan hewan pantai yang berasal dari pesisir laut selatan. Yutuk berhabitat di pantai berpasir hitam atau yang mengandung pasir besi. Bentuk Yutuk kecil berwarna coklat kehitaman, tubuhnya beruas-ruas serta memiliki cangkang keras seperti kepiting dan termasuk hewan dalam kelas crustacea. Orang-orang sering menyebutnya dengan sebutan ‘undur-undur laut’.

Untuk proses pembuaatannya sama seperti kita membuat rempeyek lainnya. Yutuk dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian Yutuk di taruh di atas satu sendok adonan rempeyek. Adonan rempeyek sudah dibumbuhi dengan rempah-rempah tentunya. Satu sendok adonanan akan jadi satu Rempeyek Yutuk. Setelah itu adonan digoreng dengan cara dilebarkan di pinggir wajan agar hasilnya tipis dan renyah. Uniknya Yutuk setelah digoreng akan berubah warna menjadi merah seperti udang.

Ketika petama kali mencicipi Rempeyek Yutuk ini, ada perasaan geli karena melihat bentuknya. Namun, penasaran juga dengan rasanya. Wah, ternyata enak, gurih, dan krispi. Adonan tepung untuk rempeyeknya pas banget. Apalagi dimakan bersama sayur pecel tambah sedap.

Jangan ragu untuk mencicipi olahan makanan dari bahan dasar Yutuk sebab Yutuk ini mengandung gizi yang tinggi. Hewan Yutuk masuk dalam genus emerita sp. Yutuk ini mengandung Besi (Fe) sebesar 2,44 mg dan Tembaga (Cu) sebesar 0,348 mg dalam setiap 100 gr (berat kering). Disamping itu ada juga Protein (30-40% berat bahan),lemak serta mineral lainnya. Yutuk masih satu famili dengan udang juga yang merupakan penghasil khitin cukup besar. Fungsi khitin diantarannya untuk membantu menjaga metabolisme tubuh, juga menurunkan kolesterol. Yutuk juga mengandung omega-3 yang cukup tinggi sekitar 0,29-0,32 %.  

Mau coba makan Rempeyek Yutuk setelah mengetahui kandungan gizinnya kan. Hayo coba untuk camilan di sore hari atau untuk tambahan menu makanan pastinya akan menambah selera makan kita. Heemm... yuuummii.

Tidak usah khawatir tetang harga sebab harganya terjangkau oleh kantong kok. Kalau mau coba Rempeyek Yutuk silahkan berkunjung ke pantai di Cilacap – Jawa Tengah. Menikmati keindahan pantai ditemani Rempeyek Yutuk makanan khas Cilacap. (Neti Sudiasih dari berbagaisumber)
Be First to Post Comment !
Posting Komentar

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9