Pegagang, Si Mungil yang Terabaikan

Senin, 06 April 2020


Pegagang, Si Mungil yang Terabaikan
By. Neti Sudiasih

Daun Pegagang. Dok. Pribadi

Punya pengalaman seru memanfaatkan tanaman liar di pekarangan rumah atau sekitar tempat tinggal? Ada banyak tanaman liar yang sudah dimanfaatkan oleh orang-orang dahulu. Mereka memanfaatkan tanaman liar sebagai sayur atau obat herbal. Salah satunya adalah daun pegagang. Ada yang sudah pernah melihat atau memanfatkannya?

Saya memanfaatkan daun pegagang tanpa sengaja, karena harus memutar otak untuk menu anak-anak. Urusan makan untuk anak memang harus terjaga gizinya. Kalau mau masak untuk anak-anak, apalagi ada anak batita, saya terkadang merasa jenuh sebab sudah divariasi menu tapi kadang tidak cocok dan minta lauk lain. Meski permintaan lauknya sederhana dan membuat saya sempat kewalahan, ingin menyerah. Tetapi, saya terus berusaha. Si kakak dan si adik biasanya minta telur dadar yang ada sayurannya. Nah, untuk sayuran yang diminta seperti daun bawang sama seledri atau wortel. Hemm... mudah memang permintaannya. Tetapi, akan menyulitkan apabila stok sayur itu nggak ada. Maka saya mesti menyiasati dengan sayur lain. Sayur apakah yang biasanya saya gunakan sebagai pengganti?

dok.pribadi

Sekarang ini masih tinggal di rumah Bapak Ibu di desa dengan pekarangan cukup luas sehingga memudahkan untuk menanam. Ditambah lagi bapak ibu  rajin menanam hingga pekarangan rumah penuh dengan tanaman. Entah itu bunga, cabai, atau sayur. Dengan menanam sayuran di pekarangan rumah sangat membantu bila stok sayur nggak punya. Kalaupun pekarangan sempit atau tidak ada lahan untuk menanam maka bisa menggunakan cara hidroponik. Menanam sayuran sendiri lebih hemat dan sehat heheee....

 Sore itu saya berkeliling halaman rumah, saya menemukan tanaman bayam. Bayam enak dimasak sayur bening, urap atau bobor. Lanjut menelusuri halaman sambil melihat  tanaman. Saya menemukan tanaman Pegagang atau ditempat saya tinggal menyebutnya Pane Goang. Tanaman ini tumbuh di pot bunga kamboja jepang. Daun pegagang tumbuh subur. Wah, seger dan senang lihat daun pegagang. Bisa untuk tambahan sayur nih.

Pegagang atau Centella asiatica merupakan tanaman liar menjalar dengan daun kecil-kecil seperti bentuk ginjal dan pinggirnya bergerigi. Ditemukan di area pematang sawah, ladang, sela-sela rerumputan atau tempat terbuka yang lembab. Pegagang bisa dimanfaatkan untuk menutrisi otak karena mengandung Asiaticoside yang berhubungan dengan penyakit otak.

Saya memanfaatkan daun pegagang sejak anak pertama belajar makan. Tahun 2011, saya berusaha untuk memberikan asupan makanan sehat dan bergizi untuk anak sulung. Dengan keterbatasan waktu karena bekerja, saya berusaha untuk memasakkan makanan ketika saya tinggalkan di rumah bersama pengasuh. Salah satu tanaman yang saya manfaatkan adalah pegagang. Daun pegagang saya campurkan ke bubur nasi dengan tambahan wortel. Untuk daun pegagang diiris halus sebab lebih cepat masak dan rasa getir tidak terlalu berasa. Saya juga memanfaatkan daun pegagang untuk campuran pada telur dadar ketika tidak ada persediaan daun bawang atau seledri. Selain itu, daun pegagang dimasak untuk sayur bening bersama sayuran lainnya. Oh iya, untuk memasak daun pegagang tidak terlalu lama dan pastinya diiris halus ya agar anak mau makan. Kalau tidak diiris halus rasa tidak enak akan lebih terasa. Bisa juga daun pegagang dijadikan camilan, seperti keripik daun pegagang.

Sejak itu saya memanfaatkan daun pegagang. Apalagi sekarang ada si kecil lagi yang berusia 2 tahun. Saya manfaatkan lagi daun pegagang untuk menutrisi otaknya. Senang rasanya menemukan daun pegagang. Sedihnya ketika menemukan di halaman rumah orang tapi terabaikan lalu dicabuti dikira rumput peganggu kemudian dibuang begitu saja. Walaupun pegagang seperti rumput tapi dia bermanfaat lho. Mulai sekarang manfaatkan daun pegangan yuk. Oh iya, daun pegagang juga telah diteliti untuk mengatasi Alzheimer. Itu lho penyakit pikun. Yang nggak mau kena pikun, rajin konsumsi daun pegagang yuk.

Jadi, mari pandai-pandai memanfaatkan tanaman yang tumbuh di sekitar kita. Perlu diingat, bila memanfaatkan tanaman liar harus memerhatikan apakah itu bisa dikonsumsi atau tidak. Tetap berhati-hati ya. Jangan salah memilih. Salam sehat.