Museum Tersembunyi, Museum Soesilo Soedarman

Minggu, 07 Oktober 2018
doc.pribadi/Museum Soesilo Soedarman


Berkunjung ke tempat wisata memang menyenangkan. Siapa yang nggak suka jalan-jalan ke tempat wisata? Hari libur atau weekand merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung. Seperti beberapa waktu lalu saya mengajak anak untuk mengunjungi museum. Kenapa ke museum? Karena tempatnya tidak jauh dari rumah,  untuk mengenalkan sosok pahlawan kepada anak dengan cara yang asik, dan kebetulan suami sedang pulang.


Nah, beberapa waktu lalu berkesempatan berkunjung ke sebuah museum letaknya agak jauh dari jalan raya. Iya, museum ini letaknya masuk ke jalan desa sehingga perlu bertanya-tanya atau menhafal jalannya.

Perjalanan menuju Museum kami lakukan pada pagi hari. Selaian untuk mengindari terik matahari siang. Perjalanan menggunakan sepeda motor dengan melewati jalan yang kanan kirinya menyuguhkan pemandangan hamparan sawah akan lebih mengasikkan. Menggunakan sepeda motor lebih cepat karena bisa menggambil jalan alternatif. Kurang lebih setengah jam, kami sampai di Museum.

Museum yang kami kunjungi bernama Museum Susilo Sudarman. Terletak di Desa Gentasari kecamatan Kroya kabupaten Cilacap yang masuk wilayah provinsi Jawa Tengah. Museum ini menempati sebuah Pendopo Jawa Wisma Mbah Ageng yang memperlihatkan ciri khas Banyumas. Sesuai namanya, Museum ini didirikan untuk mengenang Jenderal TNI (Purn) H. Soesilo Soedarman.

Setelah memarkirkan motor lalu membeli tiket masuk. Tiket masuknya lumayan murah lho, hanya Rp 3000,00 per orang. Di halaman sudah terlihat beberapa pesawat dan tank baja (Amphibi). Kami takjub dengan beberapa pesawat dan tank baja yang dulu pernah digunakan untuk membantu operasional militer. Anak pun antusias ketika melihat pesawat yang di dalamnya ada tiruan orang sebagai pilot. Pesawat diletakan disisi kanan sedangkan tank baja disisi kiri halaman.

“Aku ingi berfoto di pesawat itu,” ucap Za sambil menunjuk sebuah pesawat. Pesawat yang ditunjuk Za ternyata Pesawat Patroli Maritim TNI-AL yang digunakan oleh Panglima Komando Operasi Laut Wilayah-I pada tahun 1980-1985.

Sebelum masuk ke pendopo, kami disambut oleh patung setengah badan Jend. (Purn) H. Soesilo Soedarman. Oh iya, Soesilo Soedarman lahir di Desa Nusajati Maos Cilacap pada tanggal 10 November 1928, putra keempat dari 12 bersaudara. Bapaknya bernama Soedarman Wiryosoedarmo dan ibu Soembijah bisa dilihat dari papan silsilah keluarga di dalam museum.

Dalam Museum Soesilo Soedarman terdapat koleksi foto peritiwa masa kecil kemudian foto saat menjadi perwira TNI. Saat mejadi diplomat, ada lagi saat menjadi anggota kabinet RI serta saat mejadi tokoh masyarakat. Ada juga pakaian yang dipakai Soesilo Soedarman ketika ada acara-acara tertentu. Kemudian ada koleksi pistol, senapan militer, dan Shot Gun lalu ada meriam, peluncur granat roket serta lontar granat juga tersimpan rapi.

Di area ini, Za cukup lama memperhatikan senjata-senjata itu. Apa masih bisa digunakan? Apakah sama dengan pistol mainan? Pertanyaan Za sambil menunjuk pada deretan senjata senapan yang dipajang. Dulu bisa digunakan kalau sekarang mungkin masih ada yang bisa digunakan tetapi ada juga yang tidak bisa karena ada beberapa bagian yang sudah tidak berfungsi lagi. Berjalan ke dalam lagi ada Bintang Kehormatan dan Piagam Penghargaan dari berbagai negera untuk Soesilo Soedarman.

“Wah, mendalinya banyak. Hebat ya, Ayah!” ucap Za kagum. Za terus berdecak ketika melihat sesuatu yang baru dilihatnya atau baru ditemui. Kami senang Za antusias melihat koleksi museum.

Berjalan ke arah Pavilium Timur kami menemukan satu set Gamelan dengan nama Gamelan Keluarga Kyai Manis serta satu set wayang kulit serta foto-foto Soesilo Soedarman ketika mengembangkan budaya bersama Keraton Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta dan Kerajaan Mangkunegaran.

Anak kami semakin penasaran masuk ke ruang belakang. Ia melihat Warung Telekomunikasi yang terpajang kemudian kami berjalan ke arah halaman belakang. Di area ini anak kami semakin girang karena menemukan tempat kesukaannya yakni tempat beramain, ada juga kolam renang. Selain itu berdiri sebuah bangunan yang digunakan untuk perpustakaan.

Museum Soesilo Soedarman juga ada sisitem listrik tenaga surya lalu satelit telepon, dan tanaman hias tropis serta hortikultura dan kolam pemancingan. Menjelajahi Museum ini cukup menyenangkan. Yups... selain tempat belajar, anakpun bisa bermain dan berenang. Jangan lupan ya, kalau berkesempatan bertandang ke kabuupaten Cilacap mampirlah ke Museum Soesilo Soedarman lho. Pasti asik.

2 komentar on "Museum Tersembunyi, Museum Soesilo Soedarman"
  1. Aku suka ke museum. Apalagi kalau museumnya terawat, makin seneng.

    BalasHapus
  2. Asyik banget bisa main ke museum..klw pulkam sy suka ke museum angkut di Malang..menyenangkan banget sama anak-anak..

    BalasHapus

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9