Ngeblog Ternyata Menyenangkan. (Review Training Blog Pemula Estrilook Comunity)

Minggu, 07 Oktober 2018
Assalamualaikum wr wb

Bersyukur bisa ikut belajar bikin blog di Training Blog untuk pemula bersama Estrilook Comunity yang di mentori oleh Mbak Steffi Budi Fauziah serta Founder Estrilook Comunity Mbak Muyassaroh.
Berawal dari penasaran tentang blog lalu saya buat blog tetapi lama blog dianggurkan hingga jarang memposting tulisan atau menulis di blog. namun, ketika  di Estrilook Comunity ada training bikin blok untuk pemula, saya tertarik kembali unyuk ngeblog. blog lama masih bisa dipakai jadi saya tidak bikin blog lagi.
Training ini cukup membantu saya meskipun saya telat menyimak materi tapi saya berusaha untuk membaca ulang dan melihat tutorial membuat blog. nah, senangnya saya dengan training ini karena ada tutorial video yang mudah dan sangat membantu.
 Dengan blog ini semoga saya kembali aktif mengisi blog dan terus belajar melalui Estrilook Comunity.

terima kasih mbak Steffi dan Mbak Muyas, semoga ilmu yang diberikan dapat saya manfaatkan serta berkah uuntuk mbak berdua. estrilook comunity semakin berkembang dan menginpirasi banyak orang terutama perempuan sesuai namanya, Estrilook.

Wassalamualaikum wr wb

salam hangat
Neti 



5 Obyek Wisata Favorite untuk Berswafoto di Puwokerto. Yuk, Kunjungi!


Hai Dear,

Siapa yang tidak ingin berfoto ketika berkunjung ke tempat wisata yang menyuguhkan objek yang menarik. Pastinya ingin berfoto untuk mengabadikan moment indah di tempat yang indah pula.

Kali ini saya akan mengajak kamu untuk berkunjung ke kota yang terkenal dengan sebutan ‘Kota Mendoan’. Mendengar mendoan pasti langsung tertuju pada kota Purwokerto. Yups, betul. Kota Purwokerto berada di tengah wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kota dengan beragam sebutan seperti kota Satria, kota Pensiunan, kota Pendidikan, kotaTransit dan kota Wisata sekarang dengan ada berbagai obyek wisata. Ayuk, kita telusuri keindahan obyek wisata kota mendoan ini.

Jalan-jalan atau berkunjung ke kota Puwokerto memang tidak akan bosan pasti akan kangen untuk kembali lagi. Nah, kamu pasti sudah kangen untuk berkunjung, apalagi sekarang kota Purwokerto sudah banyak bersolek memperbaiki diri dengan berbagai fasilitas sehingga memudahkan pengunjung yang datang.

Berikut 5 obyek wisata di kota Purwokerto yang menarik untuk berfoto.


1.      The Village

doc.pribadi/The Village


The Village telah menjadi magnet bagi pengunjung yang bertandang ke Purwokerto. Kenapa? Ya, karena The Village ini merupakan salah satu obyek wisata yang menyajikan objek menarik untuk berfoto.

The Village berdiri di lahan seluas 2,8 hektar dan diresmikan oleh Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 7 Februari 2018 sebagai tempat wisata yang mengusung konsep utama sebagai wahana edukasi terutama mengenai dunia kesenian. The Village juga menyajikan banyak bangunan yang eksterior yang megah dan elegan sehingga menarik untuk berfoto selfi maupun bersama.

The Village juga menyajikan pemandangan indah juga asri dengan berbagai tanaman sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama. Selain itu terdapat Kebun Binatang dengan binatang yang jinak sehingga pengunjung dapat berinteraksi. Penasaran dengan The Village silakan datang ke lokasi yang berada di jalan raya baturraden.  


2.      Small World

doc.pribadi/Small World


Obyek wisata Small World merupakan wahana edukasi mengenai miniatur bangunan keajaiban dunia yang menakjubkan dari berbagai belahan dunia. Seperti Kincir Angin Belanda dengan bunga tulip , Menara Eifel Perancis, Patung Merlion Singapura dan ada juga bangunan khas Indonesia seperti rumah adat dari berbagai daerah, tugu monas, Patung Soedirman dan lainnya.

Small World juga terdapat Small Garden, yaitu area terbuka bagi pengunjung yang ingin berselfi dengan spot foto atau selfi seperti becak, miniatur tembok besar cina, kemudian ada sepeda, dan andong.
Lokasi Small World berada di jalan Raya Barat Baturraden No. 270 Desa Ketenger atau sekitar 2,5 km dari lokawisata Baturraden.


3.      Caping Park
Mau menikmati sunrise dan sunset dari atas jembatan kaca di ketinggian? Penasaran kan. Di Purwokerto Jawa Tengah ada obyek wisata bernama Caping Park. Di sini, kamu mau melihat kota Purwokerto saat sunrise atau sunset dari jembatan kaca (Selfie Deck) pertama di Jawa Tengah yang posisinya menjorok di atas bukit di area obyek wisata Caping Park.

Jembatan kaca ini dibangun menggunakan tempered glass impor dengan tiap lembar berukuran 2 x 2,5 meter dan mampu menahan beban hingga 1 ton, hal ini membuat aman pengunjung yang akan berswafoto di atas jembatan.

Luas lahan Caping ing Park 47 hektar dan baru 10 hektar yang Caping Park 5 hektar dan 5 hektar lagi untuk Argowisata. Di Caping Park terdapat 12 spot untuk berswafoto dengan latar belakang kota Purwokerto serta jajaran pegunungan di Gunung Slamet.

O iya, untuk anak-anak juga ada edukasi mengenai cara merawat binatang-binatang, seperti merawat kelinci yang terbagi atas berbagai jenis seperti fuzzy lop dan flemish giant. Jadi, selain berswafoto, kamu juga bisa belajar. Silakan berkunjung ke Caping Park berlokasi di Jalan Raya Baturraden Barat Desa Kebumen, Baturraden, Banyumas.


4.      The Forest Island

doc. Safitri

Bekesempatan berkunjung ke Purwokerto jangan ketinggalan untuk datang ke The Forest Island. Di sini, pengunjung dimanjakan dengan spot foto yang instagramable dan juga bisa bersantai bersama keluarga.

Masuk gerbang di The Forest Island pengunjung langsung disuguhi pemandangan sejuk pepohonan rindang serta bunga-bunga. Meskipun sebagian bunga sitensis atau buatan tetapi tetap menarik sebab pemilihan bunga serta warna-warni bunganya yang menarik walaupun sintetis. Kemudian di tengah ada kolam ikan dan taman bunga yang ada payung besar ditengahnya. Dikeliling taman juga ada kursi untuk duduk atau berfoto sera bisa untuk istirahat.

Di belakang terdapat kolam renang untuk anak-anak dengan waterboom lalu ada juga intuk dewasa serta ada kolam renang khusus wanita atau sebutannya kolam renang syariah. Kolam renang syariah tertutup dengan tembok tinggi.

Mau mencoba berenah di kolam renang syariah atau berswafoto boleh saja datang ke The Forest Island di Jalan Raya Baturraden Km. 7 Desa Pandak, Purwokerto.

5.      Lokawisata Baturraden

doc pribadi/Baturraden

Baturraden, obyek wisata di Purwokerto yang tidak boleh ketinggalan untuk dikunjungi sebab di sini banyak menyajikan spot untuk berswafoto. Banturraden berada di lembah gunung Slamet sehingga berhawa sejuk.

Di Baturraden terdapat kolam renang, pemandian air panas, flying fox, ada juga pancuran tiga dan pancuran tujuh. Ada ada juga wahana permainan anak, kolam sepeda air, pesawat terbang yang di dalamnya terdapat bioskop.


doc.pribadi/Baturraden

Nah, silakan berkunjung ke obyek wisata yang ada di Purwokerto. Puaskan berswafoto.
   



Museum Tersembunyi, Museum Soesilo Soedarman

doc.pribadi/Museum Soesilo Soedarman


Berkunjung ke tempat wisata memang menyenangkan. Siapa yang nggak suka jalan-jalan ke tempat wisata? Hari libur atau weekand merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung. Seperti beberapa waktu lalu saya mengajak anak untuk mengunjungi museum. Kenapa ke museum? Karena tempatnya tidak jauh dari rumah,  untuk mengenalkan sosok pahlawan kepada anak dengan cara yang asik, dan kebetulan suami sedang pulang.


Nah, beberapa waktu lalu berkesempatan berkunjung ke sebuah museum letaknya agak jauh dari jalan raya. Iya, museum ini letaknya masuk ke jalan desa sehingga perlu bertanya-tanya atau menhafal jalannya.

Perjalanan menuju Museum kami lakukan pada pagi hari. Selaian untuk mengindari terik matahari siang. Perjalanan menggunakan sepeda motor dengan melewati jalan yang kanan kirinya menyuguhkan pemandangan hamparan sawah akan lebih mengasikkan. Menggunakan sepeda motor lebih cepat karena bisa menggambil jalan alternatif. Kurang lebih setengah jam, kami sampai di Museum.

Museum yang kami kunjungi bernama Museum Susilo Sudarman. Terletak di Desa Gentasari kecamatan Kroya kabupaten Cilacap yang masuk wilayah provinsi Jawa Tengah. Museum ini menempati sebuah Pendopo Jawa Wisma Mbah Ageng yang memperlihatkan ciri khas Banyumas. Sesuai namanya, Museum ini didirikan untuk mengenang Jenderal TNI (Purn) H. Soesilo Soedarman.

Setelah memarkirkan motor lalu membeli tiket masuk. Tiket masuknya lumayan murah lho, hanya Rp 3000,00 per orang. Di halaman sudah terlihat beberapa pesawat dan tank baja (Amphibi). Kami takjub dengan beberapa pesawat dan tank baja yang dulu pernah digunakan untuk membantu operasional militer. Anak pun antusias ketika melihat pesawat yang di dalamnya ada tiruan orang sebagai pilot. Pesawat diletakan disisi kanan sedangkan tank baja disisi kiri halaman.

“Aku ingi berfoto di pesawat itu,” ucap Za sambil menunjuk sebuah pesawat. Pesawat yang ditunjuk Za ternyata Pesawat Patroli Maritim TNI-AL yang digunakan oleh Panglima Komando Operasi Laut Wilayah-I pada tahun 1980-1985.

Sebelum masuk ke pendopo, kami disambut oleh patung setengah badan Jend. (Purn) H. Soesilo Soedarman. Oh iya, Soesilo Soedarman lahir di Desa Nusajati Maos Cilacap pada tanggal 10 November 1928, putra keempat dari 12 bersaudara. Bapaknya bernama Soedarman Wiryosoedarmo dan ibu Soembijah bisa dilihat dari papan silsilah keluarga di dalam museum.

Dalam Museum Soesilo Soedarman terdapat koleksi foto peritiwa masa kecil kemudian foto saat menjadi perwira TNI. Saat mejadi diplomat, ada lagi saat menjadi anggota kabinet RI serta saat mejadi tokoh masyarakat. Ada juga pakaian yang dipakai Soesilo Soedarman ketika ada acara-acara tertentu. Kemudian ada koleksi pistol, senapan militer, dan Shot Gun lalu ada meriam, peluncur granat roket serta lontar granat juga tersimpan rapi.

Di area ini, Za cukup lama memperhatikan senjata-senjata itu. Apa masih bisa digunakan? Apakah sama dengan pistol mainan? Pertanyaan Za sambil menunjuk pada deretan senjata senapan yang dipajang. Dulu bisa digunakan kalau sekarang mungkin masih ada yang bisa digunakan tetapi ada juga yang tidak bisa karena ada beberapa bagian yang sudah tidak berfungsi lagi. Berjalan ke dalam lagi ada Bintang Kehormatan dan Piagam Penghargaan dari berbagai negera untuk Soesilo Soedarman.

“Wah, mendalinya banyak. Hebat ya, Ayah!” ucap Za kagum. Za terus berdecak ketika melihat sesuatu yang baru dilihatnya atau baru ditemui. Kami senang Za antusias melihat koleksi museum.

Berjalan ke arah Pavilium Timur kami menemukan satu set Gamelan dengan nama Gamelan Keluarga Kyai Manis serta satu set wayang kulit serta foto-foto Soesilo Soedarman ketika mengembangkan budaya bersama Keraton Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta dan Kerajaan Mangkunegaran.

Anak kami semakin penasaran masuk ke ruang belakang. Ia melihat Warung Telekomunikasi yang terpajang kemudian kami berjalan ke arah halaman belakang. Di area ini anak kami semakin girang karena menemukan tempat kesukaannya yakni tempat beramain, ada juga kolam renang. Selain itu berdiri sebuah bangunan yang digunakan untuk perpustakaan.

Museum Soesilo Soedarman juga ada sisitem listrik tenaga surya lalu satelit telepon, dan tanaman hias tropis serta hortikultura dan kolam pemancingan. Menjelajahi Museum ini cukup menyenangkan. Yups... selain tempat belajar, anakpun bisa bermain dan berenang. Jangan lupan ya, kalau berkesempatan bertandang ke kabuupaten Cilacap mampirlah ke Museum Soesilo Soedarman lho. Pasti asik.